Pemerintahan
calendar_today 27 Jul 2026
person Oleh: Aparatur Pemerintahan Desa
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, Mahasiswa KKN UGM Gelar Pelatihan AI untuk Guru SMKN 4 Muna di Desa Wakobalu Agung
"Mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan pelatihan pemanfaatan AI kepada guru SMK Negeri 4 Muna untuk membantu penyusunan bahan ajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran."
WAKOBALU AGUNG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi tenaga pendidik di SMK Negeri 4 Muna, Kecamatan Kabangka, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah vokasi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 40 guru dari berbagai program keahlian, seperti Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Agribisnis Ternak Unggas, Perikanan Air Tawar, serta guru mata pelajaran umum dan kewirausahaan.
Pelatihan dipandu oleh Kamaluddin Arsyad Fadllillah, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi UGM yang sedang melaksanakan KKN di Desa Wakobalu Agung. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menyusun perangkat pembelajaran sehingga pekerjaan administrasi guru menjadi lebih efisien.
"AI bukan pengganti guru. Teknologi ini hanya membantu mempercepat pekerjaan seperti menyusun bahan ajar, membuat soal, atau merangkum materi. Sementara proses mengajar, membimbing siswa, dan menilai hasil belajar tetap menjadi peran utama guru," ujarnya.
Pendekatan Praktik Dual-Engine yang Bebas Halusinasi
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan Google NotebookLM dan Google Gemini sebagai pendukung penyusunan materi pembelajaran. Guru diajak memanfaatkan dokumen yang telah dimiliki sekolah, seperti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul pembelajaran, modul sertifikasi industri, hingga bank soal yang sudah digunakan sebelumnya.
Melalui praktik langsung, peserta mempelajari cara menggunakan AI untuk menyusun bahan ajar berdasarkan dokumen yang tersedia, mengembangkan soal menjadi lebih kontekstual, serta membuat lembar kerja praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di SMK.
Selain itu, pemateri juga mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan terhadap setiap hasil yang diberikan AI. Informasi yang dihasilkan tetap harus dibandingkan dengan dokumen acuan dan disesuaikan dengan kondisi sekolah agar materi yang digunakan tetap akurat dan relevan.
Guru Tetap Menjadi Penentu Kualitas Utama
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Setiap peserta mencoba langsung berbagai fitur AI menggunakan laptop masing-masing, sementara tim KKN mendampingi proses praktik dan menjawab pertanyaan yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Melalui pelatihan ini, tim KKN-PPM UGM berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi AI secara bijak sebagai pendukung proses pembelajaran. Dengan demikian, guru memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan metode mengajar dan membimbing siswa sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
share Bagikan Artikel: